Jakarta, 25 Agustus 2026 — Ketua Dewan Pembina Gabungan Kelompok Petani Nusantara (GKPN) menginstruksikan seluruh jajaran organisasi, mulai dari Ketua DPD, Ketua DPC hingga Ketua DPAC di seluruh Indonesia, untuk turut membantu pemerintah dalam menghadapi dan mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Instruksi tersebut menjadi bentuk kepedulian GKPN terhadap persoalan kebakaran hutan yang masih menjadi perhatian, khususnya di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan. Seluruh jajaran GKPN di daerah diminta mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing dengan mengedepankan koordinasi bersama pemerintah daerah, aparat terkait, serta masyarakat.
Ketua Dewan Pembina GKPN menegaskan bahwa petani dan masyarakat pedesaan memiliki posisi strategis dalam menjaga kelestarian lingkungan. Karena itu, keterlibatan organisasi petani diharapkan dapat membantu memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan di tingkat masyarakat.
“Seluruh Ketua DPD, DPC dan DPAC GKPN di seluruh Indonesia agar ikut membantu pemerintah dan mengambil peran dalam mengatasi kebakaran hutan, khususnya di wilayah Sumatera dan Kalimantan,” tegas Ketua Dewan Pembina GKPN.
GKPN juga mendorong pengurus dan anggota di daerah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya pembakaran lahan secara sembarangan serta pentingnya menjaga lingkungan dan kawasan hutan.
Selain membantu upaya pencegahan, jajaran GKPN diharapkan aktif menyampaikan informasi kepada pihak berwenang apabila menemukan potensi kebakaran maupun kondisi yang dapat memicu meluasnya karhutla.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, organisasi masyarakat, kelompok petani dan masyarakat dalam menjaga lingkungan sekaligus melindungi lahan pertanian dari dampak kebakaran hutan dan lahan.
GKPN menilai penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Dengan kolaborasi dan kepedulian bersama, upaya menjaga hutan, lingkungan serta keberlanjutan sektor pertanian di Indonesia dapat dilakukan secara lebih efektif.













