METROPOS.COM, JAKARTA — Wacana mengenai sosok “Cah Angon” sebagai calon presiden Republik Indonesia untuk periode 2029–2034 mulai menjadi perhatian di tengah masyarakat. Sejumlah gambar dan materi visual yang mengaitkan istilah Cah Angon dengan figur tertentu disebut telah bermunculan di berbagai daerah di Indonesia.
Prof. Dr. H. Tubagus Bahrudin, S.E., M.M., menyampaikan bahwa istilah “Cah Angon” yang tengah diperbincangkan tersebut merujuk kepada dirinya sebagai bagian dari gagasan politik menuju Pilpres 2029.
“Cah Angon itu aslinya Prof. Dr. H. Tubagus Bahrudin, S.E., M.M.,” ujar Tubagus Bahrudin, Selasa (25/8/2026).
Menurutnya, kemunculan berbagai gambar dan materi yang membawa nama Cah Angon di sejumlah wilayah menunjukkan adanya perhatian masyarakat terhadap gagasan tersebut. Ia menyebut momentum menuju 2029 perlu diisi dengan gagasan yang mengedepankan kepemimpinan untuk kepentingan masyarakat luas.
Tubagus Bahrudin juga mengusung semangat “Adil dan Makmur” sebagai salah satu pesan yang ingin disampaikan kepada masyarakat. Baginya, cita-cita pembangunan nasional harus diarahkan pada terciptanya keadilan sosial, kesejahteraan, serta kemakmuran yang dapat dirasakan seluruh rakyat Indonesia.
Meski demikian, dinamika politik menuju Pemilu 2029 masih panjang. Berbagai aspirasi dan wacana mengenai calon presiden masih akan berkembang seiring dengan proses politik nasional.
Istilah “Cah Angon” yang dikaitkan dengan Tubagus Bahrudin pun disebut sebagai bagian dari komunikasi politik dan aspirasi yang mulai diperkenalkan kepada masyarakat menjelang kontestasi nasional 2029.
Tubagus Bahrudin menegaskan bahwa gagasan tersebut pada akhirnya harus bermuara pada kepentingan bangsa dan negara, dengan tetap menjaga persatuan serta mengedepankan cita-cita Indonesia yang adil dan makmur.













