METROPOS.COM, JAKARTA – Sari W. Pramono resmi dilantik sebagai Wakil Sekretaris Jenderal (Wakil Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perempuan Amanat Nasional (PUAN Amanat) periode 2025–2030 dalam acara pelantikan pengurus yang berlangsung di Balai Sarbini, Jakarta, Jumat (19/6/2026).
Pelantikan kepengurusan baru DPP PUAN Amanat tersebut menjadi momentum strategis dalam memperkuat peran perempuan Indonesia di berbagai bidang, khususnya politik, sosial, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat. Kehadiran kepengurusan baru diharapkan mampu mendorong lahirnya lebih banyak perempuan yang aktif berkontribusi dalam pembangunan nasional.
Sebelum dipercaya menduduki posisi Wakil Sekjen DPP PUAN Amanat, Sari W. Pramono dikenal aktif sebagai Ketua PUAN DKI Jakarta dan terlibat dalam berbagai program penguatan kapasitas perempuan serta kegiatan sosial kemasyarakatan.
Usai pelantikan, Sari menyampaikan rasa syukur atas amanah yang diberikan kepadanya. Ia menegaskan komitmennya untuk memperluas jangkauan program organisasi agar dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi perempuan Indonesia, khususnya di tingkat akar rumput.
“Alhamdulillah, sebelumnya saya mengemban amanah sebagai Ketua PUAN DKI Jakarta dan saat ini dipercaya menjadi Wakil Sekjen DPP PUAN Amanat. Ke depan kami ingin menghadirkan program-program yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat, terutama perempuan di berbagai daerah agar mereka memiliki kesempatan yang lebih luas untuk berkembang dan berdaya,” ujar Sari.
Menurutnya, pemberdayaan perempuan harus dilakukan secara berkelanjutan melalui peningkatan kapasitas, pendidikan politik, serta penguatan peran perempuan dalam pengambilan keputusan di berbagai sektor.
Ia menilai bahwa keterwakilan perempuan dalam politik perlu diiringi dengan kualitas sumber daya manusia yang mumpuni sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.
“Kami ingin mendorong lahirnya kader-kader perempuan yang tidak hanya hadir untuk memenuhi keterwakilan, tetapi juga memiliki kompetensi, integritas, dan kemampuan kepemimpinan yang kuat. Dengan demikian, perempuan dapat berperan lebih besar dalam proses pembangunan dan pengambilan kebijakan,” tegasnya.
Sari juga menekankan pentingnya kolaborasi antara organisasi perempuan, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan untuk menciptakan ruang yang lebih luas bagi perempuan dalam mengembangkan potensi dan kepemimpinannya.
Pelantikan DPP PUAN Amanat periode 2025–2030 sekaligus menjadi ajang konsolidasi organisasi dalam menyusun agenda strategis lima tahun ke depan. Fokus utama organisasi diarahkan pada penguatan kaderisasi, peningkatan kualitas kepemimpinan perempuan, serta perluasan program pemberdayaan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Dengan semangat kepengurusan baru, PUAN Amanat berkomitmen untuk terus menjadi wadah perjuangan perempuan Indonesia dalam memperkuat peran, kapasitas, dan kontribusinya demi terwujudnya pembangunan nasional yang inklusif dan berkeadilan.
Acara pelantikan berlangsung khidmat dan dihadiri oleh jajaran pengurus, kader PUAN Amanat, tokoh perempuan, serta berbagai elemen masyarakat dari sejumlah daerah di Indonesia.



















